Asuransi Nasional "Tenang Namun Menghanyutkan"

Asuransi Nasional "Tenang Namun Menghanyutkan" | Neraca.co.idHarian Ekonomi Neraca - http://m.neraca.co.id/article/34108/Asuransi-Nasional-Tenang-Namun-Menghanyutkan

 

Asuransi Nasional "Tenang Namun Menghanyutkan"

Menghadapi AEC

Kamis, 17/10/2013

NERACA 

 

Jakarta - Dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) 2015 mendatang, industri asuransi nasional diklaim masih cukup tenang. Ibarat sungai, air di permukaan terlihat tenang namun menghanyutkan karena derasnya arus. Artinya satu sisi, asuransi nasional sudah terbiasa dengan dominasi asuransi asing, tetapi sisi lain, kondisinya mengkhawatirkan lantaran bakal tergerus oleh asing.

OJK Indicates Illegal Practices in Suretyship Business

OJK Indicates Illegal Practices in Suretyship Business | Market And Corporate - Bisnis.com - http://m.bisnis.com/en/read/20140205/114/24361/ojk-indicates-illegal-practices-in-suretyship-business

 

JAKARTA - The Financial Services Authority (OJK) indicated five general insurance companies which still willing to guarantee the losses due to corruption, collusion, and nepotism in the suretyship products despite the regulator’s ban.

Perlu, asuransi bencana

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=316597:perlu-asuransi-bencana&catid=18:bisnis&Itemid=95

 

JAKARTA - Bencana alam silih berganti di Indonesia pada awal tahun ini. Mulai dari meletusnya Gunung Sinabung, banjir yang terjadi di sejumlah daerah, hingga meletusnya Gunung Kelud. Sejumlah bencana yang terjadi tersebut memunculkan kembali pentingnya asuransi bencana bagi masyarakat Indonesia.

Asuransi Kerugian Juga Penting

Senin, 31 Oktober 2011 | 12:04 WIB

M FAJAR MARTA/JOICE TAURIS SANTI

KOMPAS.com — Tersebutlah pada 2250 SM di daerah Sungai Euphrat dan Tigris (sekarang wilayah Irak). Pada masa itu, para pedagang atau pemilik kapal dapat mengambil barang-barang dagangan untuk dijual ke tempat-tempat lain tanpa membayar harga barang tersebut terlebih dahulu. Namun, mereka diwajibkan untuk membayarnya kelak, berikut bunganya dan ditambah dengan sejumlah uang sebagai imbalan atas risiko yang telah dipikul oleh pemberi barang. Akan tetapi, jika ternyata barang-barang tersebut dirampok dalam perjalanan, para pedagang akan dibebaskan dari kewajiban tersebut.

Konsep manajemen risiko yang telah dipraktikkan lebih dari empat milenium yang lalu itulah yang kini dikenal manusia modern sebagai asuransi kerugian yang secara umum didefinisikan sebagai upaya mendapatkan perlindungan atas kerugian keuangan yang timbul akibat peristiwa tak terduga.