Mencetak Agen Antikorupsi dari Kampus

Dimuat di koran Kontan, 9 Desember 2016. Kegeraman terhadap praktik koruptif di Indonesia sempat memunculkan ide potong generasi. Kaderisasi korupsi terus berlangsung. Anak-anak muda dan mereka yang masih jujur, terus terancaman bertindak koruptif, bila tak dikuatkan pondasi integritas dan sistem yang membatasi.

Pendidikan antikorupsi sejak dini telah diakui efektif. Menurut riset Komalasari dan Saripudin (2015), pendidikan antikorupsi di sekolah harus terintegrasi dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan dan harus didasarkan pada pembelajaran nilai dan kontekstualpendekatan pengajaran dan pembelajaran. Di Indonesia, pendidikan antikorupsi secara formal hendaknya dilakukan sejak di pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Ginseng Versus Samurai, Pertarungan Manajemen

(Naskah asli artikel yang dimuat di koran Investor Daily, 30 November 2012).

Pada dekade 90-an atau sebelumnya, tentu kita masih ingat merek-merek peralatan elektronik yang ada di sekitar kita. Mulai dari televisi, radio, tape recorder atau vcd player, kulkas, AC dan lainnya, hampir semuanya merek dari Jepang.

Kini, masihkah peralatan elektronik dari Jepang mendominasi? Tidak. Dari manakah peralatan elektronik yang kini bertebaran di sekitar kita? Ya betul, dari Korea Selatan.

Laris manisnya elektronik dari Korea inilah yang membuat peralatan elektronik asal Jepang rontok. PHK ribuan karyawan dan derita kerugian, menjadi berita yang akrab menempel pada pabrikan elektronik asal Jepang.