Ramadan, Mudik, dan Inklusi Keuangan

 

Munawar. Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (artikel ini adalah pendapat pribadi).

Wajar jika Indonesia memenangkan Global Inclusion Award 2017. Dalam ajang yang digelar di Jerman bulan Mei, dunia internasional mengakui kesuksesan program inklusi keuangan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia menyaksikan gerakan inklusi keuangan dilaksanakan secara massif.

Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat (OJK, 2016). Inklusi keuangan adalah kunci utama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran (Bank Dunia, 2017).

Program inklusi keuangan ini dimotori Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan kementerian/lembaga dan didukung penuh industri jasa keuangan (IJK). Pemerintah sangat serius meningkatkan inklusi keuangan. Buktinya, Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

 

Menjaga Good Governance OJK

Banyak yang kaget dengan hasil seleksi tahap II pemilihan calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Panitia Seleksi yang dibentuk untuk mewakili suara dan ekspektasi pemangku kepentingan (stakeholders), memiliki tugas berat untuk menyodorkan 21 kandidat terbaik kepada Presiden.

Pimpinan OJK ke depan tak kalah beban beratnya dengan yang sekarang. Di periode awal ini, Dewan Komisioner OJK meletakkan pondasi yang kokoh. Menjadikan OJK sebagai institusi yang dipercaya menjalankan pengaturan dan pengawasan di sektor jasa keuangan. Juga mampu melaksanakan fungsi edukasi masyarakat dan perlindungan konsumen.