Tentang Penulis

Nama saya, Munawar. Lahir di sebuah desa, 10 km selatan kota Lamongan, Jawa Timur. Nama hanya ‘Munawar’. Jika sekarang ada tambahan ‘Kasan’, itu adalah nama bapak. Hidup dalam suasana desa, saya menghabiskan waktu kecil dengan sekolah, bermain, dan mengaji ba’da Maghrib.

Ikut ke sawah? Itu pasti. Cari rumput buat sapi, belajar menanam padi, nyabutin rumput pengganggu tanaman, hingga memandikan sapi.

Setelah lulus dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), ingin melanjutkan ke Tsanawiyah. Namun orangtua mengirim ke SD. Loh kok? Iya, orangtua pingin saya meneruskan ke SMP. Pada pertengahan tahun 1980-an, lulusan MI tidak bisa ke SMP karena nggak ikut Ebtanas (istilah saat ini UN).

SMP dilalui 2 tahun di SMPN Tikung dan lulus dari SMPN 2 Lamongan. Meski berada di sekolah umum (bukan agama), alhamdulillah belajar agama terus dilakukan. Sempat ingin mondok di pondok pesantren, tapi tak terpenuhi. Tetap khusnudzon, insyaallah itu yang terbaik.

Tahun 1992, ketika masuk ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya, ada keluarga sempat ragu apa orangtua bisa membiayai. Namun alhamdulillah, rejeki oranngtua lancar. Bahkan kata tetangga, saat kuliah di ITS, tanaman padi orangtua selalu bagus. Mungkin ini berkah mencari ilmu.

Seperti kehidupan mahasiswa lain ITS, tak cuma diisi dengan kuliah. Ngasih les privat buat anak SMP/SMA, belajar agama di pengajian-pengajian, jadi reporter majalah, nulis artikel, juga aktif di organisasi kemahasiswaan.

Sempat menjadi pengurus masjid Manarul ‘Ilmi ITS dan aktif di organisasi Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Surabaya (JAMPS). Saat pemilihat senator mahasiswa ITS (SMITS) memperoleh suara terbanyak dari pemilihan langsung. Sebanyak 418 mahasiswa memilih (kalo nggak salah). Aktif di organisasi menambah kematangan, pengalaman, keberanian, dan banyak hal yang tak ternilai.

Lulus kuliah terus ke Jakarta. Pernah kerja di perusahaan galangan 3 bulan. Saat masuk PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tahun 2001, mulailah saya menggeluti dunia asuransi. Setelah sempat menjadi Kepala Kantor Perwakilan Pangkalpinang, saya pindah ke PT. Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) atau ASEI. Saat ini di ASEI diberi amanah sebagai Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan.

Mengasah ilmu asuransi dan terus belajar. Memperoleh sertifikat Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAIK) tahun 2006. Selanjutnya tahun 2008 mendapat Qualified of Insurance Practioner (QIP). Tahun 2009 lulus Associate of Islamic Insurance Society (AIIS) dan Indonesian Certified Marine Underwriter(ICMarU). Di bidang manajemen risiko, memperoleh sertifikat Associate Risk Management Professional(ARMP) tahun 2010.

Bidang asuransi semakin didalami saat menyelesaikan tesis berjudul, “Analisis Persaingan dan Prospek Industri Asuransi Umum di Indonesia”. Gelar Master of Business Administration (MBA) diperoleh dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada. Lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,90. IPK tertinggi saat wisuda MM UGM saat itu.

Menjadi dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, pengajar kursus di Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia (LPAI), juga tutor ujian sertifikasi asuransi di Lembaga Pendidikan Widya Dharma Artha. Selain itu juga sebagai pengajar di Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan. 

Artikel tentang asuransi dan manajemen risiko sudah banyak dipublikasikan di media massa seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Media Indonesia, Kontan, dll. Juga dulu sempat hobby meresensi buku dan dimuat di media massa. Bersama-sama dengan penulis asuransi lainnya, mendirikan Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) yang dideklarasikan tanggal 10 Januari 2013. Saat deklarasi itu juga diluncurkan buku "Asuransi, Buat Apa?" yang ditulis oleh 12 orang pendiri Kupasi.

Belajar agama? Insyaallah terus dilakukan. Baik lewat pengajian, buku, internet, dan lainnya. Semoga terus istiqomah….